BATAM – Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau (Kepri), Polda Kepri, TNI, dan Pemerintah Kota Batam menggerebek kawasan yang dikenal rawan narkotika di Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sungai Beduk, Jumat (7/11/2025). Dalam operasi pemulihan terpadu itu, petugas mengamankan 51 orang, dan 36 di antaranya dinyatakan positif narkoba setelah menjalani tes urine.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional untuk menekan penyalahgunaan narkotika di kawasan rawan. Operasi dihadiri sejumlah pejabat dan unsur terkait, termasuk Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Taswin, Dir Resnarkoba Kombes Pol Anggoro Wicaksono, Dansat Brimob Kombes Pol Arief Doddy Suryawan, serta perwakilan BNNP Kepri yang dipimpin Plt Kabid Pemberantasan dan Intelijen, Kombes Pol Nestor N. Simanihuruk.
Dari hasil penggeledahan, petugas menyita sejumlah barang bukti antara lain satu paket kecil sabu, 10 alat hisap (bong), 24 mancis, dua kotak pipet kaca, 27 telepon genggam, enam senjata tajam, serta berbagai alat logam yang diduga digunakan dalam aktivitas penyalahgunaan narkoba.
Selain mengamankan pengguna, tim gabungan juga membongkar dua bangunan liar yang sering dijadikan tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika. Langkah ini merupakan bagian dari pemulihan kawasan agar bebas dari aktivitas ilegal dan lebih aman bagi masyarakat.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan operasi ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam menindak tegas peredaran narkoba.
“Operasi ini tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan rehabilitasi bagi mereka yang terdeteksi positif. Kami ingin kawasan ini benar-benar pulih dan kembali aman,” ujar Pandra.
Sementara itu, Plt Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kepri, Kombes Pol Nestor N. Simanihuruk, menegaskan pihaknya akan terus melanjutkan kegiatan serupa di wilayah lain yang berpotensi tinggi terhadap peredaran narkoba.
“Kami menemukan fakta bahwa bahkan anak di bawah umur ikut terlibat. Oleh karena itu, pendekatan rehabilitasi dan pembinaan sosial akan kami utamakan,” tegas Nestor.
Puluhan warga yang dinyatakan positif akan menjalani asesmen dan rehabilitasi di bawah pengawasan BNNP Kepri. Barang bukti yang ditemukan diserahkan kepada penyidik untuk ditindaklanjuti. ***












