GESER UNTUK BACA BERITA
RADAR TANJUNG PINANG

Kunjungi Pulau Penyengat, Menteri Bappenas Dorong Penguatan Wisata Budaya Kepri

×

Kunjungi Pulau Penyengat, Menteri Bappenas Dorong Penguatan Wisata Budaya Kepri

Sebarkan artikel ini
Kunjungi Pulau Penyengat, Menteri Bappenas Dorong Penguatan Wisata Budaya Kepri
Kunjungi Pulau Penyengat, Menteri Bappenas Dorong Penguatan Wisata Budaya Kepri. (Foto : Ky)

TANJUNGPINANG – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy, mendorong penguatan wisata budaya di Provinsi Kepulauan Riau saat mengunjungi kawasan bersejarah Pulau Penyengat, Kamis, 28 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam rangka melihat langsung potensi budaya dan ekonomi kreatif yang dimiliki daerah.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Di Pulau Penyengat, rombongan meninjau sejumlah situs budaya dan sejarah Melayu, seperti masjid bersejarah, makam tokoh Melayu, hingga balai adat yang selama ini menjadi bagian penting dari wisata budaya di Kepri.

Rachmat menilai Pulau Penyengat memiliki kekuatan besar sebagai destinasi wisata budaya karena didukung nilai sejarah dan identitas Melayu yang kuat.

Menurutnya, kawasan tersebut bahkan sudah memiliki storytelling wisata yang baik dan paket wisata yang mulai tertata.

“Ekonomi oranye Kepri, termasuk Pulau Penyengat, cukup bagus. Jika dikelola dengan baik, Kepri bisa menjadi contoh,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai potensi besar wisata budaya di Pulau Penyengat masih belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan.

Karena itu, ia menyoroti pentingnya memperkuat pemasaran dan promosi wisata agar daya tarik Pulau Penyengat semakin dikenal luas.

“Alhamdulillah banyak kemajuan. Tinggal dicari ruang-ruang yang masih bisa diimprove supaya dampaknya lebih besar lagi, karena sudah ada storytelling, sudah ada paket wisata, tinggal marketing-nya diperbesar,” katanya.

Sebelum menuju Pulau Penyengat, Menteri Bappenas juga mengunjungi Gedung Dekranasda Provinsi Kepri di Kota Tanjungpinang.

Di lokasi tersebut, ia melihat berbagai produk unggulan UMKM daerah, mulai dari makanan olahan gonggong, batik khas Melayu, anyaman tikar pandan, hingga kerajinan berbahan kulit gonggong.

Rachmat mengaku terkesan dengan kualitas produk lokal Kepri yang dinilai memiliki nilai jual tinggi karena didukung kemasan menarik dan penataan produk yang modern.

Ia juga sempat melihat langsung proses penenunan kain oleh para perajin lokal.

Menurutnya, pengembangan sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif menjadi peluang besar yang dapat terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. ***

Preferensi Sumber
banner 482x100