GESER UNTUK BACA BERITA
RADAR BATAM

Proyek Energi Angin McDermott di Batam Serap 7.000 Tenaga Kerja Lokal

×

Proyek Energi Angin McDermott di Batam Serap 7.000 Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini
Proyek Energi Angin McDermott di Batam Serap 7.000 Tenaga Kerja Lokal
Proyek Energi Angin McDermott di Batam Serap 7.000 Tenaga Kerja Lokal. (Foto : Fik)

BATAM – Proyek energi angin yang dikembangkan PT McDermott Indonesia di Kota Batam menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja lokal selama proses konstruksi.

Proyek senilai USD 240 juta atau setara Rp4 triliun itu menjadi bagian dari Tennet 2GW HVDC Project, yakni proyek konversi energi angin menjadi energi listrik pertama di Indonesia.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan dampak proyek tersebut tidak hanya terlihat dari sisi investasi, tetapi juga dari terbukanya ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

Hal itu disampaikan Ansar saat mendampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam peresmian Gedung Cakrawala dan Gedung Nusantara PT McDermott Indonesia di Batam, Kamis, 28 Mei 2026.

Menurut Ansar, proyek energi berkelanjutan tersebut memberikan multiplier effect yang besar terhadap perekonomian daerah.

Selain menyerap 7.000 tenaga kerja lokal, proyek itu juga melibatkan 100 persen insinyur muda lokal dalam perencanaan struktur pembangunan.

“Sehingga pada akhirnya bisa menempatkan Kepri di peringkat pertama di regional Sumatera dan peringkat kelima nasional,” kata Ansar.

Ia menjelaskan investasi besar yang masuk ke Batam ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau mencapai 7,04 persen pada Triwulan I 2026 secara year on year.

Ansar juga menyebut capaian investasi Kepri pada 2025 yang mencapai Rp64,67 triliun menjadi bukti tingginya kepercayaan investor terhadap daerah tersebut.

Di sisi lain, keberadaan proyek Tennet 2GW HVDC Project disebut memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat industri fabrikasi dan energi nasional.

PT McDermott Indonesia sendiri telah berkembang sejak dekade 1970-an. Dari lahan awal seluas 8 hektar, perusahaan tersebut kini menjadi kawasan industri fabrikasi lepas pantai seluas 110 hektar.

Selama lebih dari 50 tahun, McDermott menjadi salah satu pelopor industri manufaktur maritim di Asia Tenggara.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengaku bangga proyek konversi energi angin menjadi energi listrik pertama di Indonesia dapat dikembangkan di Batam.

Menurutnya, proyek tersebut menjadi contoh positif pengembangan investasi di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika industri energi dunia.

“Kita semua berharap proyek ini memberikan banyak manfaat baik dari sisi ekonomi dan investasi, yang tidak hanya dirasakan bagi Kota Batam semata, tapi juga nasional secara umum,” tegas Rachmat.

Peresmian Gedung Cakrawala dan Gedung Nusantara ditandai dengan seremoni pemotongan pita bersama dan penandatanganan prasasti oleh Menteri Bappenas Rachmat Pambudy bersama jajaran PT McDermott Indonesia. ***

Preferensi Sumber
banner 482x100