Wali Kota Minta RT, RW, dan DKM Aktif Data Anak yang Tak Sekolah di Lingkungannya
KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan komitmen serius dalam bidang pendidikan. Dalam kegiatan Jumat Keliling yang digelar di Masjid Al Istiqomah, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Jumat (11/7/2025), Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto, menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun anak di Kota Bekasi yang putus sekolah karena kendala ekonomi.
Wali Kota Tri menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, hingga pengurus DKM, untuk secara aktif menyisir dan mendata anak-anak yang belum melanjutkan pendidikan, khususnya dalam proses Peserta Didik Baru Daerah (PDBD) yang kini berbasis online.
“Jangan sampai ada anak di Bekasi yang putus sekolah karena tidak mampu. Kita akan bantu fasilitasi. Ini bentuk perhatian nyata dari pemerintah kepada warganya,” tegas Wali Kota Tri di hadapan jamaah dan warga.
Tri menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, pemkot tidak boleh tinggal diam apabila ada anak-anak yang kehilangan akses pendidikan hanya karena faktor ekonomi atau kurangnya informasi.
“Peran lingkungan sangat penting. Kalau ada tetangga atau warga di sekitar kita yang anaknya belum sekolah, tolong segera laporkan. Pemerintah siap bantu prosesnya, baik dari sisi administrasi maupun pembiayaan,” jelasnya.
Selain fokus pada pendidikan, dalam kegiatan yang sama Wali Kota juga menyampaikan program dukungan anggaran Rp100 juta per RW, serta upaya peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, termasuk penanggulangan penyakit DBD, Cikungunya, dan TBC.
Namun, pendidikan tetap menjadi perhatian utamanya, karena menyangkut masa depan generasi Kota Bekasi.
“Kalau anak-anak kita sehat, cerdas, dan punya akses pendidikan yang layak, maka masa depan kota ini juga akan cerah. Jangan biarkan satu pun dari mereka tertinggal hanya karena kurang mampu,” kata Tri.
Dengan pendekatan yang langsung menyentuh masyarakat, Wali Kota berharap seluruh unsur wilayah ikut bergerak aktif demi menciptakan lingkungan yang peduli terhadap masa depan anak-anak Bekasi. ***








