IPDA Parulian Nasution Bantah Terima Setoran dari Lapak Koprok
LAMPUNG TENGAH – Kapolsek Anak Ratu Aji, IPDA Parulian Nasution, akhirnya angkat bicara setelah namanya terseret dalam dugaan keterlibatan aparat dalam praktik perjudian koprok yang berlangsung terang-terangan saat acara kuda lumping memperingati bulan Suro di Kampung Karang Jawa, Jumat malam (18/7/2025).
Dalam klarifikasinya, Parulian dengan tegas membantah telah menerima setoran apapun dari kegiatan perjudian tersebut.
“Enggak ada itu. Acara kuda kepang malam itu saja saya enggak tahu,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (19/7/2025), setelah memediasi pertemuan antara wartawan dan pengelola lapak judi yang sempat terlibat insiden pengancaman.
Skandal ini menyeruak ke publik setelah seorang pria bernama Ibrahim, yang mengaku sebagai pengelola lapak judi koprok, secara terbuka menyebutkan bahwa kegiatan itu sudah diketahui oleh pihak kepolisian dan perangkat desa.
Ia bahkan menyebut nominal setoran yang diduga diberikan kepada pihak Polsek dan panitia acara.
“Ya, saya pengurusnya. Semua ada 4 lapak. Bagian Polsek 500 ribu, ngasih ke jaranan juga 600 ribu, ya semua kebagian,” ujar Ibrahim di lokasi acara.
Hal senada disampaikan oleh Ketua RT setempat. Ia mengaku bahwa keberadaan lapak judi tersebut telah mendapat “izin” dari Kapolsek dan kepala kampung.
“Ya, tahu ada koprok. Udah izin sama Kapolseknya, sama lurahnya juga udah izin, kalau ada apa-apa tinggal nelpon mereka,” katanya blak-blakan.
Mendengar tudingan tersebut, Kapolsek Parulian menegaskan akan menelusuri lebih lanjut apakah ada oknum anak buahnya yang bermain di balik praktik ilegal tersebut.
“Saya akan koordinasi dengan anggota. Dan tolong, masalah ini jangan dibesar-besarkan,” ujarnya.
Sikap ini menjadi sorotan publik, mengingat aktivitas perjudian terjadi secara terbuka di tengah keramaian acara budaya yang seharusnya bernuansa sakral.
Tak hanya praktik judinya yang menjadi perhatian, insiden kekerasan terhadap seorang jurnalis dari Wawai News turut memperparah situasi.
Ibrahim, yang sebelumnya berbicara terbuka kepada wartawan, tiba-tiba mengamuk dan mencoba menikam jurnalis tersebut dengan badik saat ditanya lebih lanjut soal dugaan setoran ke aparat.
“Gak usah aneh-aneh kamu! Kalau kamu butuh duit rokok ngomong, jangan nanya-nanya setoran. Apa pangkat kamu? Ngomong kamu!” bentaknya sambil mencabut senjata tajam.
Wartawan beruntung bisa menghindar, namun Ibrahim tetap meronta dan berteriak mengancam di hadapan warga.
“Saya beri kamu ya, cari saya, biar saya beri kamu,” ancamnya sambil berusaha mengejar. ***











